Jembatan Sikatak, Ikon Baru Kampus Undip Semarang

Ahmad Antoni
Jembatan Sikatak yang dibangun dengan anggaran APBN Rp22,2 miliar menjadi ikon baru kampus Undip Tembalang Semarang. (Foto: Sindonews/Ahmad Antoni)

SEMARANG, iNews.id -Jembatan Sikatak, penghubung di kompleks kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut resmi dipergunakan. Jembatan ini menelan biaya pembangunannya senilai Rp22,2 miliar.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Yos Johan Utama mengatakan, dengan jembatan tersebut, semua kampus di Undip sudah terhubung. Jembatan yang terbentang di atas Sungai Sikatak tersebut merupakan bagian yang menghubungkan jalur lingkar luar kawasan kampus Undip.

"Sekarang Undip sudah terhubung semua," kata Yos Johan Utama saat peresmian di Semarang, Jumat (3/7/2020).

Menurut Yos Johan Utama, jembatan yang dibiayai APBN tersebut sudah direncanakan pembangunannya sejak 2015, namun baru terealisasi di tahun 2019 hingga 2020 ini. Bentuk jembatan berwarna merah itu mirip dengan Jembatan Kalikuto yang merupakan icon jalan Tol Batang-Semarang yang berada di perbatasan Kendal dan Batang.

Nama Sikatak didapat dari masyarakat sekitar yang menyebut sikethok (terpotong) yakni jalan yang terpotong oleh kali atau sungai Krengseng. Kini jalan itu tak lagi terpotong.

Adanya jembatan Sikatak diharapkan semakin memudahkan akses jalan bagi masyarakat sekitar. Masyarakat yang tinggal di Jurang Belimbing, Permata hijau, Sekip dan sekitarnya cukup lewat jalan lingkar tanpa harus memutar atau melewati pintu gerbang kampus. Akses menuju Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) kini menjadi lebih cepat dan lancar.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tersangka Kasus Penyanderaan dan Penganiayaan Polisi, 2 Mahasiswa Undip Ditahan

57 tahun lalu

Modus Curang Peserta UTBK di Undip Semarang, Bawa Ponsel hingga Alat Bantu Dengar

57 tahun lalu

Berkas Kasus Bullying Dokter PPDS Anestesi Undip Lengkap, 3 Tersangka Segera Diadili

57 tahun lalu

Wow! 7 Ilmuwan Undip Masuk Daftar 2 Persen Paling Berpengaruh di Dunia Versi Stanford-Elsevier

57 tahun lalu

Tangis Ibunda dr Aulia Risma Minta Keadilan, Ceritakan Kepedihan Ditinggal Anak dan Suami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal