Jamaluddin mengatakan, gerhana bulan total terlama akan terjadi pada 28 Juli 2018 dini hari (malam Sabtu). Namun, fenomena tersebut akan disertai gelombang tinggi di laut.
Gelombang tinggi di Samudera Hindia yang mengarah pantai selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan pantai barat Sumatera disebabkan oleh angin dari selatan-tenggara yang cukup kencang.
Saat purnama, khususnya sekitar waktu gerhana, gaya pasang surut bulan akan diperkuat gaya pasang surut matahari. Akibatnya, pasang air laut menjadi maksimum. "Efek gabungan gelombang tinggi dan maksimum bisa menyebabkan banjir pasang (rob) melimpas ke daratan yang lebih jauh," kata dia.