Inovasi Bahan Baku, Perajin Kaligrafi di Demak Mulai Banjir Pesanan

Sukmawijaya
Kerajinan kaligrafi di Kabupaten Demak yang menggunakan bahan baku lilin prada. Foto: iNews/Sukmawijaya.

Sejak tahun 2012, Rrohim merintis usaha setelah home industri kaligrafi tempatnya bekerja gulung tikar. Bermodal dari penjualan burung kenari, Rp600.000 Rohim membuka usahanya. 

Pasang-surut dalam usaha dialami hingga dua tahun lalu, hingga dipercaya pihak perbankan. Dia mendapat pinjaman modal sampai Rp100 juta dan mulai mengembangan pemasaran sampai luar Jawa. 

Untuk memenuhi target produksi, Rohim mempekerjakan para santri yang ingin mendalami seni kaligrafi dengan imbalan pendapatan Rp100.000 per hari. 

Karena harga kaligrafinya yang murah dan berkualitas, Rohim mulai kebanjiran pesanan. Seni kaligrafi lilin prada cukup murah, dibandingkan dari bahan lempengan tembaga, atau alumunium. Dengan demikian, bisa dijangkau konsumen menengah ke bawah. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Geger! Mayat Pria asal Demak Ditemukan dalam Hutan Darupono Kendal

57 tahun lalu

Pilu! Bocah Hilang Korban Banjir Demak Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Dahsyatnya Banjir Bandang di Demak, 12 Rumah Hanyut dan 400 Jiwa Terpaksa Mengungsi

57 tahun lalu

Banjir Demak Meluas! 2.839 Warga Mengungsi hingga Akses Jalan Lumpuh

57 tahun lalu

Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Demak, 583 Jiwa Mengungsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal