JAKARTA, iNews.id -Ganjar Pranowo memimpin perubahan signifikan dalam sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah (Jateng). Hal itu untuk mencegah praktik nepotisme yang melibatkan penjualan dan pembelian jabatan,
Capres Ganjar Pranowo telah memperkenalkan konsep Smart Birokrasi berbasis merit, yang mengacu pada prinsip meritokrasi.
Ganjar memperkenalkan sistem seleksi ASN yang menggunakan indikator bakat dan kompetensi sebagai dasar promosi dan mutasi untuk menghindari praktik nepotisme.
Prinsip Smart Birokrasi ini terwujud dalam berbagai layanan manajemen talenta yang diterapkan, termasuk aplikasi digital seperti e-jabatan fungsional, e-mutasi, dan e-file. Inovasi ini membantu mengurangi praktik nepotisme dan korupsi dalam penempatan ASN.
Nirwan Pambudi, seorang analis Sumber Daya Manusia (SDM) dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surakarta, menyatakan bahwa inovasi yang diterapkan oleh Ganjar telah mengubah budaya korupsi dalam penempatan ASN.