“Sama halnya seperti MJ maupun kelvin, ketika gelombang rossby ekuatorial aktif di wilayah Indonesia, maka akan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia,” ujarnya.
Faktor ketiga, kata dia, yaitu terbentuknya pola-pola pusaran angin di perairan barat Sumatera dan di wilayah sekitar Kalimantan yang membentuk daerah belokan atau daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin yang disebut dengan konvergensi.
“Gangguan atmosfer ini akan membantu proses pengangkatan uap-uap air sebagai sumber pembentukan awan. Sehingga daerah di sekitar lokasi gangguan atmosfer tersebut akan memiliki potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup besar,” ujarnya.