Imbas Konflik, Kirab Malam Selikuran Keraton Solo Berlangsung 2 Kali

Bramantyo
Kirab Malam Selikuran Keraton Solo di Masjid Agung. (Foto: iNews/Bramantyo).

"Bagi kami (LDA) tidak masalah ada yang juga menggelar malam selikuran. Siapa pun boleh melakukan upacara adat. Semakin banyak yang menggelar semakin bagus," kata KP Wirabumi kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Menurut dia, waktu penyelenggaraan kirab malam selikuran yang diyakini juga Lailatul Qadar ini, waktu penyelenggaraannya dibuat berbeda, agar tidak terjadi singgungan di lapangan.

Terpisah, Pangageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo mengatakan, dipilihnya masjid Agung ini dikarenakan Kebon Raja atau Taman Sriwedari tengah sedang masa pembangunan masjid Agung.

Karena itu, alternatif lain pengganti lokasi biasa dipakai adalah masjid Agung yang masih di dalam lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta.

"Sriwedari atau di Masjid Agung, sama-sama tidak masalah," kata Dipokusumo.

Agar tak terjadi gesekan di antara dua kubu, prosesi kirab itu mendapatkan penjagaan ketat dari aparat Kepolisian Polres Solo.

Setibanya di masjid Agung, usai didoakan oleh pemuka agama, tumpeng Sewu itu pun dibagikan pada masyarakat yang sudah menunggu di sana.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan

57 tahun lalu

Rute Kirab Penobatan Raja Baru Keraton Solo, Gusti Purbaya Dilantik Jadi Pakubuwono XIV

57 tahun lalu

Keraton Solo Memanas, Penobatan Gusti Purbaya sebagai PB XIV Diprotes Keluarga

57 tahun lalu

DMI Kecam Keras Pengeroyokan Pemuda Hingga Tewas di Masjid Agung Sibolga

57 tahun lalu

Jokowi Hadiri Prosesi Kirab Jenazah Raja Surakarta Pakubuwono XIII ke Imogiri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal