Imbas Konflik, Kirab Malam Selikuran Keraton Solo Berlangsung 2 Kali

Bramantyo
Kirab Malam Selikuran Keraton Solo di Masjid Agung. (Foto: iNews/Bramantyo).

SOLO, iNews.id - Keraton Kasunanan Surakarta menggelar tradisi malam selikuran atau malam ke-21 bulan Ramadan. Berbedanya di tahun ini, tradisi tersebut berlangsung dua kali dalam satu malam.

Uniknya, selain digelar dua kali, lokasi tradisi peninggalan Paku Buwono X inipun menggunakan lokasi yang sama. Yaitu masjid Agung Surakarta. Hal ini disebabkan karena adanya konflik internal di dalam keturunan dinasti Mataram.

Kirab lampu digelar dua kubu, yaitu kubu Bebadan Keraton versi Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi dan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo. Mereka melakukan kirab secara bergantian.

Bebadan Keraton versi Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi menggelar kirab selepas salat Isa dan Tawarih. Setelah itu, dari LDA Keraton Solo berlangsung sekira pukul 21.52 WIB.

Ketua Eksekutif Lembaga Hukum LDA Keraton Solo, Kanjeng Pangeran Eddy Wirabhumi mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan ada pihak lain yang juga menggelar malam selikuran.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan

57 tahun lalu

Rute Kirab Penobatan Raja Baru Keraton Solo, Gusti Purbaya Dilantik Jadi Pakubuwono XIV

57 tahun lalu

Keraton Solo Memanas, Penobatan Gusti Purbaya sebagai PB XIV Diprotes Keluarga

57 tahun lalu

DMI Kecam Keras Pengeroyokan Pemuda Hingga Tewas di Masjid Agung Sibolga

57 tahun lalu

Jokowi Hadiri Prosesi Kirab Jenazah Raja Surakarta Pakubuwono XIII ke Imogiri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal