Masker dikerjakan dengan kapasitas produksi minimal 300 per hari. Masker kain dibuat dua lapis dan ada kantung yang bisa disisipi tisu basah. Dengan demikian, dapat mencegah droplet ketika pemakainya bersin, dan bisa dicuci.
Siswa BLK Purworejo, Rumkatiyah mengatakan, dirinya bersemangat mengikuti aksi sosial karena ingin ikut berperan dalam penanggulangan covid-19. Ia rela mengeluarkan biaya sendiri untuk datang ke BLK.
“Saya bisa menjahit 50 masker per hari, jahit masker sekaligus mengasah ketrampilan. Sebelum berangkat, semua kebutuhan suami dan anak di rumah sudah disiapkan, sehingga tenang,” ucapnya.