Identifikasi Posisi KRB Gunung Merapi, Masyarakat Bisa Gunakan Aplikasi Cekposisi

Ahmad Antoni
Masyarakat dapat mengidentifikasi posisi secara real time terhadap potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi. (Istimewa)

JAKARTA, iNews.id –Masyarakat dapat mengidentifikasi posisi secara real time terhadap potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi. Langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis internet melalui aplikasi google maps.

Hal ini perlu dilakukan mengingat status vulkanik Gunung Merapi yang naik menjadi Level III atau Siaga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan platform google maps untuk menginformasikan kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi yang berada di berbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, masyarakat dapat mengidentifikasi posisi secara langsung serta potensi bahaya yang ada di sekitarnya. Melalui kesiapsiagaan sejak dini, masyarakat akan mampu terhindar dari bahaya.

“Cekposisi memberikan fitur yang dapat diatur untuk melihat beberapa parameter terkait erupsi Gunung Merapi. Melalui Cekposisi, pengakses dapat melihat wilayah-wilayah yang berada pada KRB I, KRB II dan KRB III. Pada peta akan terlihat warna yang berbeda pada setiap KRB, misalnya merah tua untuk menjelaskan KRB III, merah muda KRB II dan kuning KRB I,” kata Raditya dalam siaran pers, Selasa (10/11/2020).

Dijelaskan, KRB III (merah) merupakan kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran bom vulkanik, gas beracun maupun guguran batu (pijar). Pada kawasan ini, siapa pun tidak direkomendasikan untuk membuat hunian tetap dan memanfaatkan wilayah untuk kepentingan komersial. Otoritas setempat memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sedangkan KRB II (merah muda) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, mungkin aliran lava, lontaran batu, guguran, hujan abu lebat, umumnya menempati lereng dan kaki gunungapi, serta aliran lahar. KRB I (kuning) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda lahar atau banjir lahar, serta kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas. Apabila terjadi letusan membesar, kawasan ini berpotensi tertimpa material jatuhan berupa hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar).

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menengok Kehidupan Kampung Unik di Langkat Sumut

57 tahun lalu

Program Cek Kesehatan Gratis Hari Pertama di Medan, Warga Keluhkan Antrean dan Ruangan Panas

57 tahun lalu

Terungkap Pria Bunuh Teman Kencan di Hotel Semarang Dipicu Saling Komplain Tubuh Gemuk

57 tahun lalu

Pemprov Sultra Luncurkan Aplikasi Qurban, Ini Link Tautannya

57 tahun lalu

Gunung Merapi Luncurkan 10 Kali Guguran Lava ke Kali Bebeng  

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal