“Kita ke sini mau minta maaf atas kejadian yang kemarin malam, itu mungkin miskomunikasi antara kades dengan pihak penanganan Covid,” kata Widodo.
“Sebenarnya saya sendiri menyesal dengan kejadian itu, nggak ada yang berani menentang penanganan Covid. Hanya mungkin karakter yang berbeda. Misal saya menyelesaikan Covid-19 ngga bisa, tapi yang lain bisa. Dengan kejadian kemarin saya tidak pernah memberikan izin,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pentas musik Agustusan yang dilaksanakan di Kebonagung.
Dirinya sudah meminta keterangan dari Kapolsek Pegandon soal pentas musik ini untuk mengetahui secara pasti yang sebenarnya terjadi.
Dari keterangan Kapolsek bahwa sudah ada upaya untuk mencegah pentas dengan meminta kepala desa untuk membatalkan acara tersebut. Namun kepala desa tetap bersikukuh melaksanakan pentas yang menghadirkan setidaknya 7 penyanyi dan pengiring lengkap dengan sound sistem berukuran cukup besar.