Bahkan dia juga sering membantu warga yang sakit, dengan memanfaatkan terapi listrik, terutama bagi penderita stroke. Khasiatnya sungguh luar biasa.
“Belpasi misalnya atau wajah merot, alhamdulilah tidak sampai hitungan hari, tapi hitungan jam, insya allah bisa kembali seperti semula, “ ujar Bripka Suyono. Namun hal itu dilakukan saat di luar jam dinas, supaya tidak mengganggu aktivitasnya sebagai polisi.
“Di Rembang beberapa kali pernah mas, tapi saya hentikan. Takutnya, orang nunggu lama di rumah, saya masih kerja di kantor. Jadi nggak enak kan, kasihan. Misal saya pas di rumah, ada yang minta tolong, ya dengan senang hati, “ katanya
Bripka Suyono juga lihai bermain sulap, tapi sifatnya untuk memberikan hiburan, di sela-sela menyampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat. Ia mengaku belajar sulap secara autodidak dari YouTube.
Saat menunjukkan sulap melepaskan ikatan tali di leher, warga yang melihatnya pun dibuat keheranan. Tawa mereka pecah, sekaligus minta untuk dipamerkan lagi jenis sulap yang lain. “Kalau sulap termasuk baru belajar. Buat hiburan saja mas, “ kata Suyono terkekeh.