Harlah NU di Wonosobo, Gus Yaqut: Kita Putihkan Indonesia demi NKRI

Kastolani Marzuki
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat membakar semangat kader Ansor dan Banser pada acara Harlah ke-93 NU di Wonosobo, Jateng. (Foto: istimewa)

“Cita-cita besar itu adalah menyaksikan NKRI ini menjadi lebih baik, maju dan sejahtera sebagai warisan anak-anak cucu kita. Cita-cita besar itu memerlukan syarat. Apa itu? Tidak boleh jadi pengecut. Pengecut itu kader yang mau menjual cita-citanya untuk kepentingan sesaat,” katanya.

Karakter kedua, sebut Gus Yaqut, adalah karakter keislaman, yaitu memegang teguh Aswaja Anahdliyah, bukan Islam yang sedikit-sedikit menganggap musuh sesama muslim. Karena, lanjut dia, di luar sana ada kelompok-kelompok Islam yang mengklaim paling benar, di mana yang tidak sama salah, kafir, thoghut.

“Kita tidak boleh diam, karena mengkafirkan, menyalahkan itu hanya sasaran antara. Finalnya adalah mengganti sistem negara ini," kata Gus Yaqut.

Menurut dia, kader harus berkarakter kerakyatan, yaitu harus peduli dengan rakyat, membantu masyarakat, menolong sesama.

"Keempat adalah karakter kebangsaan, yaitu karakter yang tanpa reserve, karakter yang tanpa tanya lagi, kenapa kita harus mencintai negara ini. Karena NKRI didirikan salah satunya oleh para muassis NU. Jadi kalau jika di luar sana ada yang ingin mengganti negara ini dengan khilafah misalnya, kita harus berada di garda terdepan untuk mengusir mereka,” papar Gus Yaqut.

Dia menjelaskan, para kiai telah memberi contoh bagaimana berjuang, harta, nyawa mereka berikan untuk negeri ini. Saat ini juga dicontohkan oleh Kiai Ma'ruf Amin yang dengan segala keterbatasannya merelakan dirinya menjadi garda terdepan mempertahankan, menjaga kedaulatan negeri ini.

“Saya perintahkan Banser untuk senantiasa berada di belakang kiai kita, di belakang perjuangan kiai kita. Jika Kiai Ma'ruf berani, maka kita yang muda-muda harus ada di belakang beliau untuk tegaknya NKRI. Maka kita dukung beliau," tandasnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Soroti Kasus Gus Yaqut, Mahfud MD: Pimpinan KPK Tak Berwenang Tetapkan Tersangka

57 tahun lalu

Kader Ansor se-Bandung Raya Gelar Istighasah Doakan Gus Yaqut Hadapi Kasus Kuota Haji

57 tahun lalu

Kapolri Pimpin Apel 10.000 Banser di Cirebon, Jaga Nataru 2026 dan Dukung Misi Asta Cita

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif Jogja Wonosobo yang Cepat, Aman dan Nyaman untuk Liburan atau Mudik

57 tahun lalu

BMKG: Gempa Bumi Magnitudo 3,4 Guncang Wonosobo Jateng Akibat Sesar Aktif 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal