Harga Kedelai di Salatiga Mahal, Puluhan Produsen Tahu Tempe Bangkrut

Angga Rosa
Seorang pekerja sedang memproduksi tahu di Pabrik Domas, Salatiga. Foto: Ist.

“Harga stabil dulu Rp8.500 per kilogram, awal Januari mulai merangkak naik hingga bulan Maret ini di kisaran Rp12.000 per kilogram. Ini sangat berat bagi perajin,” ujarnya. 

Sutrisno meminta pemerintah pusat dan daerah membantu para perajin tempe tahu yang kondisinya mulai gulung tikar karena kenaikan harga kedelai. Dengan kondisi seperti ini, maka pedagang tidak kuat lagi untuk produksi. 

”Untuk itu saya minta kepada pemerintah untuk segera menstabilkan harga agar terjangkau. Dimana para perajin mampu membeli kedelai,” katanya.

Pihaknya sudah melayangkan surat ke pemerintah pusat terkait tingginya harga kedelai dan dijanjikan akan dibantu dengan subsidi. Namun hingga kini belum terealisasi.

"Ini sudah mendesak, lebih-lebih ini menjelang bulan puasa sehingga pemerintah harus turun tangan menstabilkan harga. Bila tidak segera, kami selaku pengurus sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Artinya para perajin akan demo," ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Ibu Dianiaya Anak Kandung di Salatiga Berakhir Damai

57 tahun lalu

Omzet Penjualan Turun, Pedagang Minyak Goreng di Salatiga Pasrah

57 tahun lalu

Cegah Penyimpangan Tata Kelola Perusahaan, BUMD Salatiga Gandeng Kejaksaan

57 tahun lalu

Minyak Goreng Curah di Salatiga Langka, Pedagang: Setiap ke Distributor Selalu Kosong

57 tahun lalu

Jelang Ramadan, Harga Minyak Goreng Curah di Salatiga Tembus Rp22.000 per Liter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal