"Naik 80 persen untuk penjualan. Kalau yang beli itu malah sepi," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia Cabang Kota Tegal Hilal Abdul Rahman mengatakan, hal wajar jika dalam kondisi saat ini banyak warga yang menjaul emas. Apalagi tak sedikit dari mereka terkena PHK.
"Kalau eceran itu sejak ada wabah corona sudah berkurang. Apalagi sekarang ini pembeli anjlok sampai 40 persen," katanya, Kamis (9/4/2020).
Hilal khawatir jika harga emas terus meroket dan masyarakat terus jual perhiasannya. Pasalnya, para perajin emas yang ada di Kota Tegal dan daerah lainnya terancam gulung tikar.