PURWOKERTO, iNews.id - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan Gunung Slamet masih berstatus waspada. Pendaki belum diizinkan nail gunung tertinggi di Jawa Tengah itu.
"Saat ini, statusnya masih waspada karena memang dari indikasi data-data yang ada masih menunjukkan fluktuatif," kata petugas PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet Sukedi, Rabu (29/7/2020).
Menurutnya, data-data yang masih fluktuatif tersebut terutama pada kegempaan dan jarak kemiringan (electronic distance meter/EDM) Gunung Slamet. Dalam hal ini, deformasi atau perubahan ukuran masih terjadi pada gunung yang berada di wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal dan Brebes itu.
"Makanya, status masih bertahan di situ (waspada) meskipun telah berlangsung hampir setahun. Oleh karena itu, teman-teman yang ingin melakukan pendakian (di Gunung Slamet), itu belum boleh, ditunda dulu, atau silakan cari gunung lain yang lebih aman dan nyaman," katanya.
Dia mengakui intensitas embusan asap yang dikeluarkan kawah di puncak Gunung Slamet hingga saat ini masih relatif lemah. Sukedi mengatakan berdasarkan pengamatan dari Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, yang berjarak sekitar 8,5 kilometer sebelah utara dari puncak Gunung Slamet, tinggi embusan asap pada Rabu (29/7/2020) pagi hingga siang berkisar 25-100 meter.