"Nanti saya kirim ya, tapi kenapa sate ayam? Nggak mau sate kambing? Kan lebih enak," tanya Ganjar.
"Nggak kuat giginya pak, lagian nanti kepalanya jadi pusing. Lebih enak sate ayam pak. Bener lho pak nanti dikirim. Ojo ngapusi (jangan berbohong), dosa nek ngapusi," kata Weni Setiawan (91), penghuni panti lainnya.
Ada pula yang menggunakan kesempatan ketemu Ganjar untuk curhat. Berbagai hal diceritakan, mulai pengalaman masa muda hingga masakan di panti yang keasinan. Hal itu sontak membuat suasana jadi ger-geran.
"Saya itu sering ndak cocok kalau sarapan, seringnya (masakannya) keasinan. Nggak tahu itu yang masak siapa, kalau keasinan kan saya bisa kena darah tinggi," kata Titik Indriyanti (87), penghuni Panti Wreda Omega Manyaran.
Tiga panti wreda dikunjungi Ganjar pagi itu, yaitu Panti Wreda Rindang Asih II di Bongsari Semarang Barat, Panti Wreda Omega di Manyaran dan Wisma Rela Bhakti di Jalan Ronggowarsito Kawasan Kota Lama Semarang.