Pada 2020, akibat Covid-19, investasi turun menjadi Rp50,24 triliun. Pada 2021, merangkak naik menjadi Rp52,71 triliun, dan pada 2022 sampai Triwulan III Rp44,99 triliun.
Pada 2022, tercatat dari Triwulan I hingga III, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp26,82 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp18,17 triliun, dengan total Rp44,99 triliun. Dengan jumlah proyek investasi sebanyak 14.704 unit dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 170.757 orang.
Serapan tenaga kerja tersebut, lanjut Susilo, berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Data BPS menyebut jumlah warga miskin di Jateng terus mengalami tren penurunan pada masa pemerintahan Gubernur Ganjar Pranowo.
Tahun 2013, jumlah penduduk miskin di Jateng sebanyak 4,8 juta orang atau 14,44 persen. Ini adalah periode awal Ganjar menjabat atau mulai kuartal IV-2013, tahun 2014 jumlah tersebut turun menjadi 4,56 juta jiwa atau 13,58 persen.
Tahun 2015, jumlah penduduk miskin di Jateng mengalami kenaikan 15,21 ribu orang menjadi 4,57 juta jiwa, namun secara persentase penduduk miskin tetap yaitu sebesar 13,58 persen.