SEMARANG, iNews.id - Tenaga pendidik, guru-guru madrasah, dan para kiai di kampung-kampung dinilai perlu tercatat sebagai penerima bantuan sosial akibat pandemi Covid-19. Sebab mereka turut membantu pemerintah dalam menenangkan masyarakat dalam menghadapi situasi seperti saat ini.
“Sejauh ini mereka sudah banyak berkontribusi bagi banyak pihak, mulai dari memberikan pemahaman soal ibadah, hingga seterusnya," ujar anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jawa Tengah M Hendri Wicaksono, Senin (20/4/2020).
Pemerintah Provinsi Jateng telah menyampaikan anggaran sekitar Rp2,20 triliun termasuk Rp20 miliar realokasi anggaran yang dilakukan DPRD Jateng, dalam penanganan corona.
Dengan perincian sekitar Rp600 miliar untuk penanganan kesehatan, dan sekitar Rp1,3 triliun untuk penanganan dampak sosial dan ekonomi.
“Mereka selama ini juga memberi sumbangsih kepada masyarakat tanpa ada gaji dan imbalan. Oleh karenanya, sudah saatnya pemerintah memikirkan mereka selama pandemi berlangsung,” katanya.