"Jadi ibarat mau umrah, kalau dulu 6 bulan sebelumnya sudah keluar tiket. Sekaranv sudah nggak bisa. Jadi nggak bisa prediksi terlalu panjang, misal 2023 nanti model syari nasibnya kayak apa," ujarnya.
Dalam acara itu, para pemilik butik dan desainer juga mengundang para pelanggan loyal atau agen. Mereka bisa ikut andil yaitu melakukan live di media sosial masing-masing agar brand-brand lokal yang tampil makin maju. Hal itu merupakan salah satu langkah antisipasi menghadapi ekonomi yang gelap.
"Kita sistemnya kan keagenan. Jadi ada reseller Jateng dan sekitarnya, kita ada event ni. Nanti misal ada yang update tiktok, dampaknya nanti followers bertambah. Ya kita adakan seperti ini (untun antisipasi)," katanya.
Senada dengan Sulis, pemilik brand Pj by Pipik Juliana asal Surabaya, Pipik mengatakan dunia fahion muslim menurutnya mulai tenggelam, maka perlu upaya bersama agar kembali terangkat dan tentunya berdampak pada perekonomian Indonesia. Maka digelar acara fashion show di Kota Semarang. Sejumlah butik busana muslim dan desainer berkumpul menggelar pameran dan fashion show.
"Adakan acara ini agar supaya intinya memperbaiki ekonomi negara. Kan rata-rata dunia fashion muslim tenggelam. Ini kita sengaja silaturahmi," ujar Pipik.