Namun dia mengaku, penerapan protokol kesehatan, termasuk social dan physical distancing tetap diprioritaskan. Misal, saat melihat banyak kerumunan orang di satu titik, Dwi menahan diri untuk tidak ke sana.
Berdasarkan keterangan dari pihak Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, wisatawan yang berziarah mulai terlihat ramai setelah Lebaran. Namun mereka diminta mematuhi protokol kesehatan.
Di sejumlah tempat juga ditempel tulisan kewajiban bagi setiap pengunjung memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir yang sudah disediakan di pintu masuk.
Pengunjung juga diminta menjaga jarak fisik antar pengunjung, termasuk jumlah pengunjung yang hendak memasuki area makam juga dibatasi agar bisa saling menjaga jarak fisik.