Dugderan, Tradisi Warga Semarang Sambut Bulan Ramadhan yang Unik

Inas Rifqia Lainufar
Tradisi Dugderan digelar setiap menjelang datangnya bulan suci Ramadan di Kota Semarang. (Foto Ahmad Antoni)

• Warak Ngendok 


Dalam pesta rakyat menyambut bulan Ramadhan di Semarang, akan ada maskot yang dikenal dengan nama Warak Ngendok. Warak sendiri berasal dari bahasa Arab ‘wara’ yang artinya suci, sedangkan Ngendok berarti bertelur. 


Maksudnya, Warak Ngendok dijadikan ajang untuk menjaga kesucian diri di bulan Ramadhan. Maskot tersebut berbentuk seperti pinata atau menyerupai kambing dengan kepala naga berwarna-warni.


Terdapat pula telur rebus untuk melengkapi maskot Warak Ngendok. Dengan demikian, Warak akan terlihat seolah-olah sedang bertelur atau Ngendok.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Makna Dugderan, Tradisi di Semarang yang Jadi Sarana Dakwah Islam

57 tahun lalu

Deretan Event Wisata di Jateng 2023, Ada Arak-arakan Cheng Ho hingga Dieng Culture Festival

57 tahun lalu

5 Tradisi Kota Semarang, Nomor 4 Warisan Sunan Kalijaga Penyebar Islam di Tanah Jawa

57 tahun lalu

Kreatif, Begini Kolaborasi Tarian Tradisional Jawa Tengah dan Nusantara

57 tahun lalu

Begini Tradisi Dugderan Sambut Ramadan dengan Suasana Terbatas di Kota Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal