Untuk mencapai itu maka dilakukan peningkatan penyediaan benih unggul, menjaga ketersediaan air, modernisasi pertanian. Sedangkan Guru Besar FEB Undip Prof Waridin mengatakan bahwa Jateng perlu mempertimbangkan penerapan teknologi pertanian.
Saat ini produksi gabah per hektare nya kalah jauh dibanding Malaysia yang mencapai 9 ton. Sementara di Jateng masih berkisar 5,6 hingga 6 ton per hektare.
“Walau kesuburan tanah bagus, namun perlu pertimbangkan teknologi pertanian. Yang perlu diketahui juga, sebagian besar petani kita itu gurem, memiliki lahan kecil,” katanya.