Karena manfaatnya yang begitu besar di masa depan, temuan ini telah diberitakan oleh lebih dari 20 media massa internasional termasuk NHK Jepang pada channel pendidikannya.
Karena prestasinya, Mochammad Ariyanto, PhD sempat ditawari menjadi full time lecturer di Osaka University, namun dia lebih memilih kembali dan mengembangkan ilmunya di Indonesia. Sebagai jalan tengah, dia menjadi profesor tamu di Departemen Teknik Mesin, Osaka University, Jepang yang berlangsung dari bulan April 2024 hingga Januari 2025.
Saat ini dia masih menjadi profesor tamu untuk projek penelitian dengan cara daring. Selama penelitian di Jepang, teknologi hybrid robot berbasis serangga ini memang dibuat untuk kepentingan Jepang, sebagai negara yang rawan bencana gempa.
Namun menurut Ariyanto tentu temuannya juga kedepan sangat memungkinkan diadaptasi dan dikembangkan untuk masyarakat Indonesia sebagai negara rawan bencana seperti gempa bumi, tanah longsor dan banjir.
Ariyanto mengatakan di Undip akan mengembangkan teknologi yang sama namun diaplikasikan di hewan lain seperti burung, ikan dan hewan lain untuk peruntukan hal lain yang bermanfaat bagi manusia.