Dosen Bersama Mahasiswa Polines Jateng Ciptakan Alat Deteksi Banjir dan Longsor

iNews
Dosen dan mahasiswa Polines, Jateng menciptakan alat pendeteksi dini bencana banjir dan longsor. (Foto: iNews).

SEMARANG, iNews.id - Dosen dan mahasiswa Program Studi D3 Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang (Polines) berinovasi menciptakan alat pendeteksi dini bencana banjir dan longsor. Alat yang diberi nama SMOLL ini lahir dari keprihatinan terhadap bencana hidrometeorologi yang terus terjadi dari tahun ke tahun, khususnya di Jawa Tengah (Jateng).  

SMOLL pertama kali dirancang pada 2021 oleh Roni Aprianto, dosen D3 Teknik Telekomunikasi Elektro, bersama dua mahasiswanya. 

Hanya dalam waktu sebulan, mereka berhasil menyelesaikan alat tersebut. Meski sudah diuji coba di beberapa lokasi, hingga kini SMOLL belum diproduksi secara massal dan belum dijadikan pedoman resmi oleh instansi terkait seperti BPBD maupun pemerintah daerah.  

Cara kerja alat ini cukup canggih. SMOLL mendeteksi curah hujan setiap sepuluh menit serta mengukur ketinggian air yang masuk ke dalam tanah. 

Data tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui tekanan air tanah dan kelembaban yang memengaruhi kohesi atau ikatan partikel tanah. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

26 Korban Longsor Banjarnegara Belum Ditemukan, 7 Alat Berat dan Anjing Pelacak Dikerahkan

57 tahun lalu

2 Bulan Terendam Banjir, 1.400 Kepala Keluarga di Luwu Utara Terisolasi

57 tahun lalu

Semarang Geger! Dosen Polines Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Tembalang

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal