Dia menuturkan, hingga Juli 2024, pengguna QRIS di Jateng mencapai 6,75juta pengguna atau mengalami pertumbuhan 54,89 persen year on year (yoy). Jumlah ini menempatkan Provinsi Jateng sebagai provinsi terbanyak ketiga di Indonesia yang menggunakan QRIS.
Sedangkan volume transaksinya sebanyak 139.43juta kali yang mencatatkan Jateng sebagai provinsi terbanyak kelima transaksi QRIS.
“Terbesar dari UMKM, usaha, mikro, kecil dan menengah. Semarang dan Solo terbanyak, karena salah satu destinasi wisata di Jateng,” kata Rahmat.