Dongkrak PAD, DPRD Minta Pemprov Jateng Segera Sertifikasi Aset Daerah

Kastolani Marzuki
DPRD Jateng meminta segera dilakukan sertifikasi aset daerah. Foto: ilustrasi)

SEMARANG, iNews.idKomisi C DPRD Jawa Tengah meminta pemerintah provinsi (Pemprov) untuk segera melakukan sertifikasi dan pendataan aset agar bisa lebih optimal untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Anggota Komisi C DPRD Jateng Hasan Asy’ari mengatakan, sejauh ini pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah kurang maksimal. Bahkan PAD yang didapat, mayoritas diperoleh dari pajak kendaraan bermotor. Selain itu aset yang ada belum sepenuhnya bersertifikat.

“Tentu sebelum melakukan optimalisasi, sertifikasi aset ini yang harus ditempuh biar semua jelas keberadaan maupun statusnya. Baik aset yang dikelola organisasi perangkat daerah, maupun instansi khusus yang mengelola aset daerah,” kata Hasan Asy’ari, Rabu (10/10/2018).

Selain menyertifikasi aset, kata Hasan, Pemprov Jateng juga harus memetakan aset berdasarkan letak dan fungsinya. “Hal ini agar memiliki manfaat yang maksimal, baik dikelola sendiri oleh Pemprov maupun kerja sama badan usaha milik daerah, dan swasta murni,” ujarnya.

Namun, Hasan meminta sertifikasi dan pendataan asset itu semuanya harus dilakukan dengan perencanaan proyeksi. Baik itu proyeksi peruntukan aset yang ada maupun hasil yang akan diperoleh. “Tentu dalam hal ini tidak boleh asal-asalan. Butuh analisis yang matang. Jangan sampai potensinya miliaran, kemudian hasilnya hanya puluhan juta,” tandas Wakil Ketua DPW PKB Jateng ini.

Menurut Hasan, dalam penataan maupun optimalisasi aset butuh profesionalisme. Mulai dari perencanaan, pengelolaan, maupun sumber daya manusia (SDM) yang ada. “Kita juga harap aset ini benar-benar jadi perhatian. Karena dari tahun ke tahun persoalan ini belum bisa diselesaikan dengan tuntas,” bebernya.

Dari keterangan Pempov Jateng, jelas Hasan, total aset yang ada saat ini nilainya Rp36 triliun. Atas dasar itu, keberadaannyaharus dikelola secara optimal dengan memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas untukmenghasilkan PAD yang optimal. “Tentunya dengan pengawasan yang melekat,” tandasnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Langkah Gubernur Sulut Perkuat Stabilitas Daerah, Ketua DPW Perindo Ditunjuk sebagai Wakil Ketua FKDM

57 tahun lalu

Demo Hari Ini di Semarang, Pagar DPRD Jateng Dirobohkan hingga Polisi Tembakkan Gas Air Mata

57 tahun lalu

Hendak Rapat dengan Bupati, Kepala BKAD Malang Meninggal di Kursi Ruang Kerja

57 tahun lalu

Dewan Setujui APBD Pemprov Jateng 2024 Rp28,5 Triliun, Ini Respons Nana Sudjana

57 tahun lalu

DPRD Tolak Realokasi Anggaran 10 Program Prioritas Pj Gubernur Jateng, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal