Dari Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Apabila kalian mengalami suatu urusan yang besar, maka ucapkanlah, حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik- Pelindung."
Dari Auf ibnu Malik yang menceritakan kepada mereka bahwa Nabi Saw. pernah memutuskan peradilan di antara dua orang lelaki. Lalu lelaki yang kalah urusannya ketika pergi mengucapkan, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Penolong." Maka Nabi Saw. bersabda, "Panggillah kembali lelaki itu untuk menghadap kepadaku." Lalu beliau bersabda, "Apa tadi yang baru kamu katakan?" Lelaki itu menjawab, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Penolong." Maka Nabi Saw. bersabda: Sesungguhnya Allah mencela (tidak menyukai) sikap lemah, tetapi kamu harus bersikap cerdik. Untuk itu apabila terkalahkan oleh suatu urusan, maka ucapkanlah, "Cukuplah Allah menjadi Penolongku, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.
Telah diriwayatkan melalui Ummul Mukminin Zainab dan Siti Aisyah r.a., bahwa keduanya saling membanggakan dirinya. Siti Zainab berkata, "Allah telah menikahkan diriku, sedangkan kalian dinikahkan oleh orang-orang tua kalian." Siti Aisyah berkata, "Pembebasanku diturunkan dari langit di dalam Al-Quran." Pada akhirnya Siti Zainab menyerah kepada Siti Aisyah, kemudian ia bertanya, "Apakah yang engkau ucapkan ketika engkau mengendarai unta Safwan ibnul Muattal?" Siti Aisyah menjawab, "Aku mengucapkan, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." Siti Zainab berkata, "Engkau telah mengucapkan kalimah yang biasa diucapkan oleh orang-orang mukmin."
Karena itulah maka dalam firman selanjutnya disebutkan:
فَانْقَلَبُوْا بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوْۤءٌۙ وَّاتَّبَعُوْا رِضْوَانَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ ذُوْ فَضْلٍ عَظِيْماِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَاۤءَهٗۖ فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنٍَ