JAKARTA, iNews.id - Allah SWT menciptakan manusia untuk beriman dan beribadah kepada-Nya. Namun, kondisi lingkungan yang membuat manusia berpaling dari ketaatan hingga tersesat dari jalan lurus.
Allah SWT berfirman:
{فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا}
Artinya: Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS. Asy-Syams: 8)
Mufasir Ibnu Katsir menerangkan maksud ayat tersebut yakni Allah menerangkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaan, kemudian memberinya petunjuk kepadanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah untuknya.
Rasulullah SAW bersabda:
ُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
Dari Amir berkata; aku mendengar An Numan bin Basyir berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati". (HR. Bukhari) No. 50 / No. 52 Versi Fathul Bari. Shahih.