“Kami bersama warga lain berusaha menolong korban dan mengamankan pelaku. Pelaku sempat dipukuli warga karena marah melihat kejadian tersebut,“ kata salah satu saksi, Asrofi.
Beruntung, polisi berhasil menyelamatkan pelaku dari amukan massa. Polisi menggelandang pelaku ke Mapolres Pekalongan. Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan Kota.
Wakapolsek Tirto AKP Ismet Herman menyebutkan, pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke Polres Pekalongan Kota. Dari pemeriksaan sementara, motif penganiayaan diduga karena masalah ekonomi.
“Korban saat ini masih di Rumah Sakit Djunaid dengan kondisi luka tusuk. Kondisinya mulai membaik dan sudah sadar,” kata Ismet Herman.
Sementara pelaku Kuwadi menyebutkan, dia dan istrinya sudah dua bulan pisah ranjang. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini mengaku tak punya penghasilan tetap dan memadai. Kondisi ini membuat dia sering bertengkar dengan sang istri.