Ganjar kemudian menerima jamu itu sembari bertanya. "Berapa harganya?"
"Dua ratus ribu saja pak, isinya 20 kapsul," jawab ibu pedagang.
Ganjar lalu merogoh kantong celananya dan menyerahkan yang dua lembar pecahan seratus ribuan sembari mengomentari harga jamunya yang dinilai terbilang mahal.
"Wah kok larang (mahal)," kata Ganjar.
Tidak hanya di satu kios, Ganjar juga membeli beberapa jamu kemasan yang ditawarkan pedagang, termasuk berbagai rempah bahan jamu seperti kencur, jahe, temulawak dan lainnya.
"Ini satu-satunya pasar jamu yang ada di Indonesia. Lengkap sekali, ada banyak produk herbal yang dijual. Tadi saya minum jamu jahe dan temulawak," ucapnya.
Menurut Gajar, bukan cuma berjualan, di Pasar Jamu Nguter juga sudah ada koperasinya. Banyak anggota, kata dia mulai dari pertanian, pengolahan hingga distribusi.
Banyak juga, lanjut Ganjar anggota koperasi yang sudah ekspor produk herbal ke beberapa negara seperti Taiwan, India, Singapura dan lainnya.