Potongan gaji itu dilakukan untuk melunasi utang suaminya. Namun, Santi tak tahu berapa banyak utang yang ditanggung suaminya.
Rencana menjual ginjal kerap kali disampaikan Larry lantaran kondisi ekonomi keluarganya sedang goncang. Santi mengaku berulang kali mendengarkan keinginan menjual ginjal itu dari suaminya untuk menutup kebutuhan keluarga.
"Sering dia bilang seperti itu [menjual ginjal]. Saya selalu melarang, jangan menjual ginjal. Pasti ada solusi lainnya. Waktu ponsel masih menyala, saya mengomong ke teman-temannya agar melarang suami saya menjual ginjal," kata dia.
Kepala Desa Ngering, N Rahmanto, mengatakan tim gugus Covid-19 Desa Ngering membentuk tim ekspedisi yang khusus mencari Larry, warga Klaten yang berniat jual ginjal. Mereka diberangkatkan Minggu siang. Tim terdiri atas empat orang yakni perangkat desa dan BPD.
"Tim ini yang mencari keberadaannya (Larry )dan ketika ketemu membujuknya untuk pulang," kata Rahmanto.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Warga Klaten Berniat Jual Ginjal, Istri: Pasti Ada Solusi Lain"