"Kita hanya gunakan satu tumpeng saja. Intinya kita berdoa, bersyukur masih dipertemukan dengan Ramadhan tahun ini. Dan semoga diberikan anugerah yang luar biasa utamanya bagi Keraton Solo,” katanya.
Usai LDA Keraton Kasunanan Surakarta menggelar tradisi Malam Selikuran, selanjutnya Keraton Kasunanan Surakarta juga menggelar Malam Selikuran. Namun diawali dengan prosesi kirab tumpeng sewu dengan peserta terbatas.
Rombongan abdi dalem membawa jodang sebagai wadah 1000 nasi tumpeng. Di samping itu mereka juga membawa lampion dan lampu ting. Berangkat dari keraton menuju Masjid Agung Solo.
Pengageng Parentah Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH. Dipokusumo sebut prosesi kirab seribu tumpeng digelar untuk memperingati Malam Selikuran.
Bahwa tradisi yang berlangsung sejak lama. Di awal kirab hanya dilaksanakan dari keraton menuju Masjid Agung. Namun di masa PX X rute kirab ditambah dari Keraton Surakarta menuju taman Sriwedari (Bon Rojo).