"Padahal, aransemen musik tradisional bagus sekali jika di komposisi ulang berbagai aliran musik. Misalnya, gamelan Jawa di padukan lagu-lagu hits dan populer hasilnya sangat menarik. Ada nuansa harmonisasi nada yang indah dan unik," paparnya.
Festival Karawitan SMB ini di ikuti sebanyak 15 kelompok seni karawitan tradisional perwakilan 7 Kabupeten / Kota di Jawa Tengah. Peserta lomba pun di khususkan bagi anak-anak muda usia 10-24 tahun.
"Peserta ada yang berasal dari Temanggung, Jepara, Cilacap, Kudus, dan asli Kabupaten Semarang. Kebanyakan pelajar SD, SMP, SMA dan mahasiswa," katanya.
Kustiani menambahkan, ada 3 poin penilaian dewan juri baik aransemen maupun koreografi. Keputusan akhir penentuan juara lomba dinilai dari keharmonisan, kekompakan, dan kreativitas.
"Poin penilaian peserta lomba ada 3 unsur tidak hanya aransemen musik. Rekapitulasi akhir juara berdasarkan keharmonisan irama dan vokal, kekompakan kelompok, dan kreativitas tata busana," sebutnya.