"Kami berfikir agar lahan kosong ini tidak ramai," katanya.
Menurutnya, praktik prostitusi di kawasan Ganefo sudah meresahkan. Apalagi pelaku prostitusi merupakan warga luar daerah.
"Semuanya luar daerah, kalau siang sepi. Kalau sore mulai pada ke sini," ucapnya.
Sementara itu, Humas PT KAI DAOP 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan akan menindak tegas pada siapapun yang menggunakan aset tanpa izin. Dia mengatakan di lokasi itu nantinya akan dibangun tempat usaha milik PT KAI.
"Ke depannya akan digunakan untuk angkutan barang," kata Kris.