"Pas saya di Semarang itu, sehari saya dikirimi handphone sebanyak dua atau tiga kali," kata Titik, Jumat (24/7/2020).
"Setelah saya keluar dari toko, di rumah juga rupanya diteror dikirimi barang-barang sebagai lemari, kulkas, meja, kursi atau batu bata," ujarnya lagi.
Beberapa kali, Titik sempat ribut dengan pengantar pesanan karena banyak yang dikirim dari luar kota. Tidak merasa memesan, akhirnya barang tersebut dibawa kembali pemiliknya.
Diakui Titik, teror kiriman barang itu juga terjadi saat dirinya pindah ke Batam. Hingga kini, dia tidak tahu siapa yang memesan barang-barang tersebut.
Diakuinya, pernah ada seorang temannya yang menaruh hati namun ditolak. Titik menduga, karena sakit hati, pria itu meneror dirinya dengan pesanan barang tersebut.