Menurut Lilik, aktivitas keseharian Ahmad sebagai reparasi elektronik. Sedangkan istrinya mengajar mengaji setiap sore. Warga pun mengaku tidak curiga karena keduanya tidak tertutup.
Sebelum mengontrak di Kampung Bugel, mereka sempat mengontrak rumah selama beberapa tahun di kampung sekitar. “Mereka ini rajin beribadah dan berjamaah di masjid kampung,” ucapnya.
Sementara itu, istri terduga teroris beserta anaknya yang baru berusia enam bulan seusai diperiksa tim Polda Jawa Tengah akhirnya dipulangkan kembali ke rumah kontrakannya dan tidak ikut dibawa ke Makobrimob, Semarang. Pintu rumah kontrakan kini tertutup rapat karena sang istri Ahmad Hafid masih shock seusai penggerebekan.