Data Covid-19 Pusat dan Daerah Sering Beda, Ini Penjelasan Wamenkes

Binti Mufarida
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Antara)

Wamenkes mengatakan, kendala yang dihadapi sehingga terjadi perbedaan data ini. pertama adalah kejadian yang dilaporkan dari daerah oleh pusat adalah kejadian beberapa hari sebelumnya.

“Kedalanya dimana? Kendalanya adalah ketika melaporkan kejadian itu beberapa hari sebelumnya yang dilaporkan ke pusat, itu yang pertama,” ujarnya.

Kedua adalah kemampuan laboratorium yang terbatas. “Yang kedua adalah karena kemampuan laboratorium yang terbatas untuk melakukan pemeriksaan satu hari jadi. Sehingga akhirnya data yang masuk pada satu kasus bisa merupakan cerminan dari beberapa hari sebelumnya. Itu mengenai pendataan, kendala pendataan di Kementerian pusat untuk saat ini,” katanya.

Sehingga data yang dirilis oleh Kemenkes setiap harinya adalah data nasional. Dan jika ada perbedaan data dari pusat dan daerah masih dalam batas toleransi. 

“Kita anggap sebagai data yang dirilis tadi sebagai data nasional. Tetap kita kompilasi dari data-data dari daerah. Tapi kalaupun ada perbedaan dari data daerah, saya rasa itu masih dalam batas toleransi,” ujarnya. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Kematian dr Myta Aprilia Azmy, IKA FK Unsri Sebut Ada Beban Kerja Tak Manusiawi

57 tahun lalu

Ambulans Dokter Relawan Kemenkes Mogok Terjebak Lumpur di Pidie Jaya

57 tahun lalu

Waspada Kasus Influenza Tipe A Meluas, Sejumlah Rumah Sakit Dipenuhi Pasien

57 tahun lalu

Wamenkes Kaget Dengar Kasus Oknum Dokter di Malang Lecehkan Pasien

57 tahun lalu

Tungku Smelter Kembali Meledak di Morowali, Pemerintah Harus Investigasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal