Warga berharap pemerintah segera mengambil sikap untuk segera mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Mulai kemarin kita agak kesulitan cari jalan kampung karena banyak yang ditutup, karena lockdown. Kita dengar juga katanya Demak sudah masuk zona merah. Namun dari petugas belum ada sosialisasi,” kata Sunarsih, warga.
“Jadi kita serba bingung, serba salah. Mau ke sana takut, ke sini takut. Takut juga kalau tertular, kita juga memikirkan keluarga yang di rumah kalau kita keluar,” katanya.
Sementara, dari angka penyebaran Covid di Jawa Tengah, Kota Demak termasuk tinggi yaitu 485 orang terpapar Covid-19. Angka penyebaran tertinggi di Demak berada di Kecamatan Karanganyar yang berbatasan dengan Kota Kudus, positif Covid 98 orang, di rawat 21 orang dan 77 isolasi mandiri.
Menyusul Kecamatan Demak 77 orang terpapar Covid, 14 orang dirawat di rumah sakit dan 63 isolasi mandiri. Sementara Kecamatan Mranggen yang berbatasan dengan Kota Semarang terdapat 48 orang terpapar Covid, dirawat 13 orang dan 35 isolasi mandiri.
Menyusul Kecamatan Guntur, 33 orang pisitf covid. Kecamatan Gajah 28 orang terpapar Covid dan Kecamatan Karangawen 29 orang positif Covid. Di Kecamatan Wonosalam 26 orang terparar, Mijen 24 orang terpapar dan Kecamatan Kebonagung 17 orang positif.