Cerita mitos yang sudah diyakini serta sulit dilupakan itu, karena ritual keramat Turun Telaga itu, sudah menjadi tradisi ritual peninggalan para leluhur warga setempat.
Dikisahkan, beberapa hari menjelang pernikahan, tepatnya pada hari Jumat, pihak orang tua calon mempelai diharuskan ‘memerintahkan’ atau mengutus beberapa keluarganya menjalani prosesi ritual Turun Telaga yang berlokasi disudut desa setempat.
Utusan ini dengan membawa sesaji jajan pasar untuk disebarkan di telaga, seusai melakukan umbul donga (prosesi ritual memanjatkan doa) dari tepi telaga.
Salah satu keluarga calon pengantin perempuan, lalu mengambil air telaga secukupnya secara langsung ke dalam botol yang sudah dipersiapkan.
“Air telaga dalam botol itu untuk diminum kedua calon mempelai, sesampai di rumah calon pengantin yang nantinya untuk perhelatan ijab qobul” katanya.