Cegah Banjir dan Longsor, Lereng Gunung Slamet Disiapkan Jadi Kawasan Hutan Lindung

Ahmad Antoni
Bupati Brebes Idza Priyanti saat meninjau lokasi banjir di Bumiayu. Pemkab Brebes menyiapkan lereng Gung Slamet sebagai kawasan hutan lindung. (IST)

Bagi warga yang rumahnya tergerus dan ingin pindah, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Brebes akan menyediakan rumah unggul sistem panel instan (ruspin) di wilayah Maribaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Dinas Pusdataru) Kabupaten Brebes, Agus Ashari, mengatakan, pihaknya menyiapkan dua langkah penanganan banjir di Bumiayu. 

Yakni, penanganan tebing kali keruh, dengan alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar, serta perbaikan tebing sungai di Desa Kalinusu, dengan anggaran Rp1 miliar.

Kepala BPBD Brebes, Nushy Mansyur, meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir dan longsor susulan. “Mahkota longsor sudah merekah terlihat ratusan meter. Kalau ada hujan yang deras, perlu diwaspadai terjadinya longsor,” kata Nushy.

Dia mencermati, kemiringan sungai sudah sangat terjal. Di samping itu, lima bendung juga sudah rusak dan jebol. Kerusakan alam Bumiayu itu akibat tidak ada keseimbangan.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kronologi 3 Remaja Tenggelam di Curug Rambukasang Brebes, 1 Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Tragis! 3 Remaja Tenggelam saat Berenang di Curug Rambukasang Brebes, 1 Tewas

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Gorontalo Utara, Tinggi Air Capai 2 Meter

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Update Banjir Bandang di Tanah Datar, 67 Rumah Rusak dan 5 Jembatan Hanyut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal