“Kemudian terkait dengan jabatan, sebagaimana tadi disampaikan Pak Ganjar. Alhamdulillah, kami lulusan Akpol 88. Jateng ini sudah tidak asing bagi saya. Saya sudah 3 kali berdinas di Jateng. Dinas pertama, lulus dari Akpol. (4 tahun di Akpol jadi sudah mengenal juga Jateng), kemudian dinas di Jogja, saat itu masih Polwil di bawah Polda Jateng. Sering-sering koordinasi dengan beberapa universitas, alhamdulillah dapat istri orang Jogja, alumni UGM (Sospol),” katanya.
Kemudian, pengalaman kedua di Jateng adalah ketika menjabat Kapolresta Solo tersebut. Itu pada tahun 2010 silam, di mana Joko Widodo (Presiden Jokowi) masih menjabat wali kota. Pengalaman ketiganya adalah menjabat Direktur Intelkam Polda Jateng (tahun 2011). Ahmad Luthfi sendiri juga sempat menjabat Wakil Dirintelkam Polda Jateng di tahun sebelumnya.
Nana juga bercerita sempat menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat, Kapolda Metro Jaya, Koordinator Staf Ahli Kapolri, Kapolda Sulawesi Utara hingga Kapolda Sulawesi Selatan. Nana juga sempat menjabat Direktur Politik Badan Intelkam Polri. “Yang lama di Sulsel. Beda dengan Pak Luthfi ini ya (Kapolda), saya 4 tahun 4 tempat, Pak Luthfi ini 1 tempat 4 tahun (di Polda Jateng),” candanya di atas podium.
Terkait permintaan Ganjar soal beberapa barangnya masih di Rumah Dinas Puri Gedeh, Nana juga sempat menjawabnya. “Saya berdinas di kepolisian cukup banyak (jabatan yang sempat diemban). Biasanya polisi itu 1 tahun, 1,5tahun (lalu mutasi). Jadi sudah biasa boyongan Pak, yang penting-penting aja yang dibawa, yang lain belakangan,” ujarnya.