Busyro Muqodas Sebut Terjadi Praktik Oligarki Politik dan Bisnis di Indonesia 

Kuntadi
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqodas. (Foto: Dok.iNews.id)

Busyro juga melihat persoalan demokrasisi saat ini mengarah kepada liberal-transaksional. Jenis demokrasi ini juga memberikan dampak yang tidak kalah perih. Seperti terjadinya intransparansi kebijakan berbasis akuntabilitas publik.

“Ini bisa memunculkan sumbatan pada demokrasi kedaulatan rakyat dan marginalisasi elemen masyarakat sipil,” tuturnya.

Menurut Busyro, demokrasi liberal-transaksional berdampak pada komposisi pemangku kebijakan yang duduk di legislatif dan ekseskutif. Hal ini bisa membuat kader terbaik di kampus, di masyarakat sipil nyaris tidak bisa mengalami proses demokratisasi.

“Kondisi ini berpotensi dalam menciptakan terjadinya korupsi berskala massif, terstruktur dan sistemik,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejak 2004 jumlah pejabat yang tersandung kasus korupsi terus meningkat. Setidaknya terdapat 266 swasta tersandung kasus korupsi, diikuti oleh anggota DPR/DPRD sebanyak 255, pejabat eselon I, II, dan III sebanyak 208, wali kota/bupati dan wakil sebanyak 110, 27 kepala lembaga/mentri, 22 hakim, 20 gubernur, 8 jaksa, 7 komisioner lembaga negara, 6 korporasi, 4 duta besar, 2 politis dan 118 kasus yang lain.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sengketa Lahan SMP-SMK Muhammadiyah Bungoro Pangkep, Ahli Waris Segel Sekolah

57 tahun lalu

Atap Kelas MTs Muhammadiyah di Sragen Ambrol, Belasan Siswa dan Guru Terluka

57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

57 tahun lalu

Lebaran Lebih Awal, Jemaah Muhammadiyah Bandung Salat Idulfitri di Lapangan Lodaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal