Kedua para taruna dan taruni harus memiliki kemampuan yang baik dalam melatih anak buah (well trained/training) karena setiap anggota memiliki kemampuan dan latar belakang berbeda-beda. “Prajuritmu, anak buahmu harus kau latih, kau ajari dengan baik” kata Pangdam.
Yang ketiga adalah well equipped. setiap Komandan Peleton bertanggung jawab agar prajuritnya diperlengkapi dengan baik mengingat keterbatasan fasilitas yang ada di beberapa satuan TNI AD. Dengan kreatifitas dan modifikasi peralatan yang ada, para Prajurit tetap bisa melakukan latihan dengan maksimal.
“Kamu perwira ditempatkan di satuan harus bisa mewarnai, jelas ya. Jangan kamu diwarnai, prajuritmu kamu isi, kau latih, kau organisasi, kau lengkapi sebatas kemampuan kamu. Kalau satuan itu memiliki perlengkapan yang lebih baik, Alhamdulillah, tetapi kalau perlengkapannya kurang kamu harus berfikir inovasi, jelas ya,” katanya.
Selanjutnya yang keempat adalah well prosperity, para anggota harus memperoleh setiap hak-haknya. Karena tanpa adanya take home pay yang baik setiap Prajurit tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
Terakhir well pray, setiap taruna dan taruni harus membangun kedekatan dengan Tuhan melalui rajin beribadah sesuai agamanya. Disamping itu juga agar para prajurit selalu menjunjung tinggi keberanian karena kejujuran. “Jangan pernah kamu jauh dari Tuhanmu,” ujar jenderal bintang dua ini.
Di akhir pengarahan Pangdam mengingatkan kembali kepada para taruna dan taruni tentang isi dari hymne taruna. Dalam hymne tersebut para taruna berjanji untuk membela keadilan, kebenaran, mengorbankan jiwa dan raga membela Ibu Pertiwi serta setia membela Nusa dan Bangsa.
“Saya berharap kamu bisa pegang teguh janjimu tadi, sehingga kamu bisa membawa kebesaran nama TNI Angkatan Darat, 5, 10, 15 dan sampai 30 tahun yang akan datang karena orang lain tidak akan bisa membesarkan Angkatan Darat kecuali kalian, Angkatan Darat besar karena prajuritnya bukan karena orang lain,” kata Jenderal lulusan Angkatan 89 ini.