Begini Keluh Kesah PKL Alun-alun Rembang saat PPKM Darurat Diterapkan

Musyafa
PKL di Alun-alun Rembang saat membereskan tenda jualannya karena sudah mendekati pukul 20.00 WIB agar tidak melanggar aturan PPKM darurat. Foto: iNews/Musyafa Musa.

“Katakanlah per orang rata-rata Rp50.000. Saat warung ditutup pukul 21.00 WIB saja sudah sepi, apalagi ini dibatasi pukul 20.00 WIB,” ucapnya. 

Pria asal Desa Pandean, Rembang ini mengaku berhenti berjualan sekitar dua minggu lalu. Ia sekarang banting stir ke pekerjaan lamanya sebagai seorang nelayan.

“Saya melaut berangkat sore, pulang pagi. Kebetulan saya jadi nelayan sejak tahun 1985 lalu. Mau gimana lagi?, “ tuturnya.

Djumadi yang biasa berjualan nasi uduk dan ayam goreng di timur alun-alun ini, kelak bakal kembali jualan jika perekonomian kembali normal. 

“Soalnya kalau sekarang jualan, kasihan isteri malah pikiran terus. Mendingan saya banting stir dulu jadi nelayan, biar nggak lupa dengan kerjaan yang dulu,” katanya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral! Nelayan Indramayu Bayar Ganti Rugi Fasilitas Rusak Dampak Demo dengan 3 Karung Koin

57 tahun lalu

Penertiban Betor di Pasuruan Diwarnai Keributan, Pengemudi Tantang Satpol PP dengan Pecut

57 tahun lalu

Jadi Penyebab Kemacetan, Puluhan Lapak PKL di Jalan Raya Balaraja Dibongkar Paksa

57 tahun lalu

Heboh! Kepala Patung Bung Karno Miring Tertimpa Tenda di Indramayu

57 tahun lalu

Suasana di Alun-Alun Juwana Pati Memanas, Demonstran Desak Usut Kasus Kekerasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal