"Kami kolaborasi dengan PKK Kota dan melibatkan pihak swasta kami sedang mengerjakan program sibening. Semua ikut bergerak menangani stunting," katanya.
Dia menyebutkan, ada 1.625 posyandu di Kota Semarang. Pihaknya juga telah membentuk forum posyandu di setiap kecamatan dengan melibatkan kepengurusan dari kader, rumah sakit, universitas, DP3A, Dinkes, Dinas Ketahanan Pangan, dan Disdalduk.
"Kami tidak bisa bergerak sendiri. Kami mengakomodir usulan dan masukan hampir 13.700 kader di Kota Semarang. Dengan adanya Forum Posyandu tingkat kecamatan dan kota ini sebagai paltform untuk memberikan masukan dan evaluasi," ujarnya.
Forum posyandu pun berupaya mengusulkan anggaran kepada Pemerintah Kota Semarang untuk penambahan makanan tambahan bagi seluruh balita uang terdata di posyandu. "Kami coba ajukan anggaran Rp500.000 per bulan belum goal, baru Rp350.000 per bulan," sebutnya.
Selain anggaran PMT, Forum Posyandu akan menggerakkan kegiatan kapasitas kader melalui pelatihan serta melakukan peremajaan alat-alat posyandu. Para 2021-2022, peremajaan alat posyandu sudah teranggarkan.