Banyumas Jatuh ke Tangan Belanda pada Agresi Militer Pertama, Begini Sejarahnya

iNews.id
Ilustrasi Kabupaten Banyumas. (Foto : iNews.id).

Agresi militer yang dilancarkan Belanda tak hanya mendapatkan perlawanan sengit dari Pemerintah RI dan rakyatnya. Tapi juga reaksi kecaman dari luar negeri, sehingga berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 4 Agustus 1947 tersebut, RI dan Belanda menghentikan tembak menembak melalui Perjanjian Renville.

Sedangkan posisi tentara Belanda di daerah Banyumas adalah sampai disebelah timur Gombong atau sepanjang kali Kemit ke utara dekat Mandiraja atau beberapa kilometer sebelah barat Banjarnegara, tepatnya di Desa Joho. 

Di tempat tersebut dan di jembatan kali kemit berdiri monumen yang menunjukkan batas antara RI dan Belanda. Tempat tersebut kemudian diberi nama garis Van Mook atau garis demarkasi.

Namun lagi-lagi Belanda melanggar gencatan senjata tersebut, pasukan belanda melancarkan 17 kendaraan lapis baja dan 20 truk menyerang Kota Gombong pada 5 Agustus 1947 sekitar pukul 02.30 WIB, hingga akhirnya kembali disambut oleh pasukan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cek Kabar Pembatasan Hijab bagi Karyawati, Anggota DPR Datangi Mal di Purwokerto

57 tahun lalu

Balita 3,5 Tahun di Purbalingga Tewas Tersedak saat Makan Jelly, Nenek Korban Histeris

57 tahun lalu

Banjir Rendam Banyumas, Warga Panik Air Tiba-Tiba Masuk Rumah

57 tahun lalu

Pemotor Mahasiswi Kecelakaan hingga Terpental ke Sungai di Banyumas Ditemukan, 1 Tewas

57 tahun lalu

Luar Biasa! 3 Siswa SMA Al Irsyad Purwokerto Diterima di 10 Universitas Top Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal