Ketua Garda Bangsa PKB Jateng M Hendri Wicaksono mengatakan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, pada tahun 2019 lalu terjadi 2.179 kasus bencana alam di provinsi ini. “Situasi ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama untuk selalu siap siaga dalam menghadapi ancaman bencana yang mungkin terjadi,” katanya.
BACA JUGA: NU Peduli Jateng Salurkan Bantuan Bagi Warga Korban Banjir Grobogan
Selain itu, kata Hendri, ada 1.691 desa yang rawan bencana banjir, 2.136 desa rawan bencana longsor, dan 658 desa rawan bencana angin puting beliung. “Badan Metereologi, Geofisika, dan Klimatologi juga memprediksi puncak musim penghujan Januari hingga Februari, bahkan bisa sampai Maret. Tentu hal ini perlu langkah-langkah antisipasi, hingga upaya penanganan saat ada kejadian bencana,” ujarnya.