Bantah Virus Korona akibat Kebocoran Lab, Ilmuan China Siap Bertaruh Nyawa

Anton Suhartono
Ilustrasi wabah virus korona di Wuhan (Foto: AFP)

Makalah ini pun mengundang kritikan dari para ahli seluruh dunia dan dihapus dari jurnal biologi bioRxiv pada Minggu (2/2/2020).

Dalam posting-an di Twitter, seorang profesor kimia Universitas Harvard, David Liu mengatakan, pernyataan bahwa asal-usul nCoV tidak mungkin hadir secara kebetulan di alam dinilainya sangat mencurigakan.

"Ini merupakan kasus klasik seperti mencari kunci yang hilang hanya di bawah tiang lampu. Kondisi dunia yang sedang menakutkan ini tidak perli disulut dengan teori konspirasi dan analisis yang buruk," kata Liu.

Munculnya teori konspirasi soal kebocoran ini pertama kali muncul pada akhir Januari 2020 ketika tabloid Inggris Daily Mail dan Amerika Serikat Washington Times menerbitkan artikel-artikel yang menyebutkan bahwa wabah virus korona merupakan dampak dari kekeliruan tak disengaja para peneliti senjata biologi rahasia di China.

Meskipun tidak disertai bukti, teori ini dengan cepat menyebar luas di media sosial. Pada 28 Januari, Kedutaan Besar China di Italia menegaskan bahwa teori itu tidak berdasar.

"China akan terus mempertahankan sikap terbuka, transparan, dan sangat bertanggung jawab ketika menerbitkan informasi mengenai wabah itu. Sambil memperkuat pencegahan dan pengendalian wabah, China akan terus mempererat kerja sama internasional dan menangani penyakit tersebut bersama komunitas internasional dan menjaga keselamatan dan kesehatan di kawasan dan dunia," bunyi pernyataan itu.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selidiki Asal-usul Covid-19, Ini yang Dilakukan China

57 tahun lalu

Amerika Serikat Tegaskan Asal Usul Covid-19 Terungkap jika China Terbuka

57 tahun lalu

Luar Biasa, 11 Juta Penduduk Wuhan Selesai Dites Covid Kurang dari Seminggu

57 tahun lalu

Mengkhawatirkan, Covid Varian Delta Menyebar Luas di 14 Provinsi China

57 tahun lalu

Menurut Wapres, Ini Sejumlah Pemicu Banyak Orang Tak Percaya Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal