Pertemuan itu berlangsung selama kurang lebih dua jam. Para pakar UGM memberikan masukan di bidang ekonomi, sosial, hukum, pertanian, energi, serta keamanan dan terorisme.
“Pertemuan yang singkat ini sangat produktif, dan kami sangat berterima kasih kepada Rektor UGM yang sudah memberikan peluang bagi para dekan dan guru besar untuk memberikan masukan. Saya mencatat ada 17 masukan, dan semuanya sangat positif,” kata Wiranto.
Mantan Menko Polhukam itu mengatakan, dipilihnya UGM karena sebagai kampus pertama yang dibangun setelah Indonesia merdeka. Wantimpres jug terbuka untuk mendengarkan pemikiran dari UGM.
“Saya meminta izin kepada Pak Rektor agar kelompok ahli dari Wantimpres akan melakukan diskusi lanjutan untuk mengelaborasi dan memperdalam apa yang kita dapatkan dari hasil diskusi hari ini,” papar Wiranto.
Rektor UGM, Panut Mulyono, menyerahkan buku putih yang berisi pemikiran dari UGM dalam berbagai bidang strategis.
Buku ini di antaranya memuat ulasan tentang gagasan Bulaksumur membangun kedaulatan pangan Nusantara, mewujudkan pembangunan nasional berbasis mitigasi bencana, serta bonus demografi untuk meningkatkan daya saing bangsa. “Buku ini kami serahkan kepada Pak Wiranto dan tim, silakan untuk digunakan,” kata Panut.