"Selain dari pemerintah, kami mengajak perusahaan untuk ikut membantu. berapapun itu sangat berarti. Setidaknya, kita bisa bikin ayem mereka, karena sebenarnya mereka saat ini deg-degan dan separuh panik, besok makan apa dan dimana. Mari kita bersama-sama bergotong royong memberikan perhatian pada kawan-kawan buruh," ucapnya.
Di Jawa Tengah total buruh yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat Covid-19, per 29 April 2020 mencapai 50.563 orang. Mereka akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Sebagian besar para buruh yang menjadi korban pandemi Covid-19 itu akan dibantu sembako oleh pemerintah daerah masing-masing. Namun ada tiga daerah yang tidak bisa memberikan bantuan untuk seluruh buruh, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Boyolali.